Thursday, June 4, 2015

Sooooo random.

Salah satu yang saya suka dari hubungan dekat kakak-adik angkatan adalah bagaimana sang kakak berhasil mengarahkan serta tak luput menyayangi yang muda, sedang si adik menghormatinya dan menaruh kepercayaan yang besar terhadapnya. Begitu pula kepercayaan sang kakak dia bangun pada adik.
Entah keseluruhan bagian tersebut yang membuat saya tertarik, atau hanya saling percaya yang saya suka.
Entahlah.

Tuesday, May 5, 2015

Rindu (Kres-sekian)

Dear teman-teman, kakak-kakak panitia PPSMB PALAPA 2014,
Tadinya saya ingin menulis kalimat yang lebih romantis, yang lebih manis. Namun ternyata hasilnya tak secantik yang kuinginkan.

Baru saja, saya menonton video yang diunggah beberapa bulan yang lalu.
Dokumentasi PALAPA.
Jujur, meski klise dan banyak yang sudah menyampaikannya, tetap saja, saya rindu.
Saya rindu masa dimana semua orang saling menopang, semua meluangkan waktu untuk membantu, semua mendengarkan dan menenangkan, dan sebagainya, dan sebagainya.

Kalau ditanya apa yang paling dirindukan, tidak ada, jawabku.
Karena tidak ada yang paling, namun segalanya kurindu.
Waktunya, momennya, kekeluargaannya, pengalamannya, dan sebagainya, dan sebagainya.

Pukul 4 pagi?
Deadline kami untuk tiba di base-camp.

Di sini saya didisiplinkan, saya dididik untuk mendidik, saya diajarkan memenuhi tanggungjawab, dan sebagainya, dan sebagainya. Lagi-lagi.
Terlalu banyak emosi yang ingin diungkapkan, sayangnya, saya tak bisa gunakan kata-kata indah untuk menggambarkan.

Intinya, lagi, saya rindu.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Terima kasih atas pengalaman yang diberikan.
Ini.
Sangat.
Indah.


Terima kasih.

Salam, saya yang bertugas disambi kuliah.

Wednesday, April 29, 2015

(Insert Heart emoji here)

Syukurlah, di tengah waktuku yang singkat ini, aku diizinkan menulis.


Aku membaca tulisanmu.
Syukurlah, kabar baik--menurutku, ada padamu.

Semoga kau membaca tulisan ini.
Beberapa waktu lalu, kau mengirimkan pesan padaku.
Beberapa waktu yang lalu........ berbulan yang lalu. Runtuh dindingku, saat itu.

Maafkan atas pesan yang tak ada balasan.
Maaf pula, aku membutuhkan waktu yang panjang untuk menghela.
Saat itu tak ada waktu bagiku kecuali mendalami ilmu yang berbuku-buku, ya intinya, ujian sedang menyerbu.
Beberapa hari kemudian, jawaban yang mungkin kau tunggu telah kupersiapkan. Lalu apa esensinya jika baru beberapa bulan terjawab? Yah.... inilah yang membuatku bimbang akan memencet tombol 'kirim', atau tidak.

Lalu?
Sudahlah, biarlah berlalu.
Yang perlu kau tahu, bukan hanya kau yang coba bertahan.
Hingga detik itu, nama yang terngiang hanya satu, suara yang terdengar membuatku membisu, lalu memori itu, membuatku membatu.
Kamu.

Thursday, March 5, 2015