Nb: teruntuk hujan,
turunlah, aku butuh kesenduan,
mengingatkanku akan hujan pertama yang turun.
Saat itu. Di tempat itu. Bersama orang itu.
“It's beauty that captures your attention; personality which captures your heart.”
Jarak itu tega,
Memberi ketakpastian memaksa duga,
Membuatku terus terjaga.
Jarak itu kejam,
Lagi, tanpa kepastian hingga berjam-jam,
Hingga mata terpejam.
Telah sampai kami pada hari, yang kami tunggu.
Kami tunggu, kami hitung mundur, berulang, dan berkali-kali.
Sungguh begitu cepat duhai kau, sang waktu;
meninggalkan raut khawatir di parasnya, mimik cemas penuh tanya, dan gundah di hatinya serta yang menaruh cinta padanya.
Tiba waktu kami berpisah, lagi, untuk waktu yang cukup lama. Lagi.
Entah kami akan dipertemukan lagi atau tidak, sungguh Wahai Tuhan, kumpulkanlah kami kembali. Pertemukan. Lagi.
Surga memang tujuan kami, namun sebelum itu Ya Tuhan kami, biarkan berkumpul diri kami, yang satu sama lain saling mencintai, di bumi yang Kau miliki.
Satu lagi, Tuhan.
Jagalah diri mereka dalam perjalanan.
Jagalah diri kami yang menunggu penuh harap di persimpangan.
Untuk kami, kembali dipersatukan.
Aamiin.