Aku sadar, sekarang.
Bahwa aku tak lagi kau tunggu. Dan kau. Kau tak lagi kutunggu.
Aku sadar, sekarang.
Bahwa bukan lagi aku, yang terpenting.
Dan lagi, kau.
Tak lagi buatku bergeming.
Dan kau kini adalah alasanku, kaki-kaki ini, pergi jauh. Menjauh.
Aku sadar, sekarang.
“It's beauty that captures your attention; personality which captures your heart.”
Saturday, October 1, 2016
Tuesday, August 2, 2016
8/2 10.59 PM
I'm eventually giving up.
This is not gonna work, you're just wasting your (un)worthy time.
This will not work.
It won't, until you try to kill yourself.
You better give up.
So here I am. Giving up.
This is what I've done best. So far.
Given up.
This is not gonna work, you're just wasting your (un)worthy time.
This will not work.
It won't, until you try to kill yourself.
You better give up.
So here I am. Giving up.
This is what I've done best. So far.
Given up.
Sunday, July 17, 2016
7/17 11.10 PM
Mohon ampun-lah!
Karena yang kau lakukan kini bukanlah yang kau anggap maksimal, namun menyiakan kesempatan kedua yang ada.
Yang tak dimiliki setiap orang. Yang tak setiap orang mampu mendapatkannya.
Yang tak dimiliki setiap orang. Yang tak setiap orang mampu mendapatkannya.
Berdoa-lah!
Agar kamu diampuni.
Terlebih, agar kamu dimudahkan dalam langkah. Agar diberkahi, agar diberi hadiah terbaik atas usahamu yang 'terbaik'.
Terlebih, agar kamu dimudahkan dalam langkah. Agar diberkahi, agar diberi hadiah terbaik atas usahamu yang 'terbaik'.
Amin.
Friday, July 1, 2016
Siapku, Tunggu.
Lembar yang baru, di hadapanku.
Aku siap untuk menuliskan jutaan alfabet, ribuan rekata, ratusan alinea baru. Namun setelah kucoba, tak semudah itu.
Tanganku sedikit sakit, kaku.
Tanganku tak lagi sama seperti dulu, waktu kamu siap membantu.
Setidaknya sakitku tak selamanya dan akan sembuh.
Ternyata meski kau siap, mungkin hanya perasaanmu.
Nyatanya kau masih butuh ditopang, kau butuh bahu.
Tunggu hingga sembuh. Tunggu.
Subscribe to:
Posts (Atom)